<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.1d1 20130915//EN" "JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <journal-meta id="journal-meta-1">
      <journal-id journal-id-type="nlm-ta">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="publisher-id">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="journal_submission_guidelines">http://ojs.umsida.ac.id/index.php/rechtsidee/about/submissions#authorGuidelines</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>UMSIDA Article Template 2 (Indonesian)</journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn publication-format="print"/>
    </journal-meta>
    <article-meta id="article-meta-1">
      <article-id pub-id-type="publisher-id">1</article-id>
      <article-id pub-id-type="doi">10.21070/halaqa.v4i1.174</article-id>
      <article-categories>
        <subj-group>
          <subject>Halaqa: Islamic Education Journal</subject>
        </subj-group>
      </article-categories>
      <title-group>
        <article-title id="at-31bc38fda2a5"> Kitabah Error Analysis Based on Theory of Rusydi Ahmad Thuaimah</article-title>
        <trans-title-group>
          <trans-title>Analisa Kesalahan Kitabah Berbasis Teori Rusydi Ahmad Thuaimah </trans-title>
        </trans-title-group>
        <alt-title alt-title-type="right-running-head">Kitabah Error Analysis</alt-title>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author" corresp="yes">
          <name id="n-896fd0ce0a2d">
            <surname>Hikmah</surname>
            <given-names>Khizanatul</given-names>
          </name>
          <xref id="x-0fe4eacab55e" rid="a-89760e0ae3fe" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-98f9ed0ae9bf">
            <surname>Farikha</surname>
            <given-names>Anis</given-names>
          </name>
          <xref id="x-8c6318a0d359" rid="a-89760e0ae3fe" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-7a42c5449188">
            <surname>Amrullah</surname>
            <given-names>Muhlasin</given-names>
          </name>
          <xref id="x-22a9c1da8669" rid="a-89760e0ae3fe" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <aff id="a-89760e0ae3fe">
          <institution>Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</institution>
          <country country="ID">Indonesia</country>
        </aff>
      </contrib-group>
      <volume>4</volume>
      <fpage>45</fpage>
      <permissions>
        <copyright-year>2020</copyright-year>
      </permissions>
      <abstract id="abstract-517457901dda">
        <title id="abstract-title-2acc0a5352e0">Abstract</title>
        <p id="paragraph-e666de114a12"> This research is about writing error analysis based on Rusydi Ahmad Thuaimah's theory which aims to analyze writing errors in students of Islamic Education in 3<sup id="superscript-1">rd</sup> semester 2018-2019 UMSIDA. Respondents in this study were students of PAI 3rd semester 2018-2019. Data collection in this study uses documentation methods, questionnaires, and literature studies. The results of this study are factors in writing (Imlak) of 3<sup id="superscript-3">rd</sup> semester students of islamic studies in 2018-2019 UMSIDA, Factor internal language: Not yet know the writing of harakat hijaiyah properly and correctly, difficulty in distinguishing hijaiyah letters with almost the same pronunciation, difficulty in distinguishing letters that are spoken with written ones. The solution to the obstacles faced by students of islamic studies in 3<sup id="superscript-4">rd</sup> semester 2018-2019 UMSIDA in Maharah Kitabah (Imlak) is by building a mindset and easy motivation and being able to write Arabic words or sentences in accordance with the correct rules, making students familiar with imlak by maximizing the lecture time, given concepts related to the absolute rules correctly.</p>
      </abstract>
      <abstract xml:lang="id-Latn" id="abstract-6cb08b20f290">
        <title id="abstract-title-f50007ab5b3c">Abstrak</title>
        <p id="t-f86d7855afcf" xml:lang="id-Latn">Penelitian ini mengenai analisa kesalahan kitabah berbasis teori Rusydi Ahmad Thuaimah yang bertujuan untuk untuk melakukan analisa kesalahan kitabah pada mahasiswa Pendidikan Agama Islam Semester III 2018-2019 UMSIDA. Responden dalam penelitian ini adalah mahaiswa PAI semester 3 2018-2019.  Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, kuesioner, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah Factor intern bahasa : Belum mengetahui penulisan harakat hijaiyah secara baik dan benar, kesulitan dalam membedakan huruf hijaiyah yang pengucapannya hampir sama, kesulitan dalam membedakan huruf yang diucapkan dengan yang ditulis. Solusi dari kendala yang dihadapi Mahasiswa Prodi PAI Semester 3 2018-2019 UMSIDA dalam Maharah Kitabah  (Imlak)  yaitu dengan membangun mindset  dan motivasi mudah dan bisa dalam menulis kata atau kalimat bahasa arab sesuai dengan kaidah yang benar.</p>
      </abstract>
      <kwd-group id="kwd-group-1">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>Writing Error</kwd>
        <kwd>Rusydi Ahmad Thuaimah's theory</kwd>
      </kwd-group>
      <kwd-group id="kg-eeccba137567" xml:lang="id-Latn">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>Kesalahan Kitabah</kwd>
        <kwd>Teori Rusydi Ahmad Thuaimah</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec>
      <title id="t-169364457e14">Pendahuluan</title>
      <p id="p-4e3c1d4e8705"> Setiap bahasa adalah komunikatif bagi para penuturnya, artinya bahasa memiliki kesamaan dengan bahasa lainnya dalam statusnya, yaitu sebagai media komunikasi. Disamping kesamaan sebagai alat komunikasi, tentunya setiap bahasa memiliki keunikan dan ciri khas yang berbeda antara bahasa satu dengan yang lainnya. Diantaranya bahasa arab, bahasa yang kaya sekali akan kosakata, memiliki ciri khas dalam struktur bahasanya, lahjah, mempunyai kepustakaan besar disemua bidang ilmu pengetahuan, dan lain-lain. </p>
      <p id="p-760cb9b279be">Mempelajari bahasa asing, termasuk bahasa arab tentunya akan berbeda dengan belajar bahasa ibu atau pertama, oleh karenanya dasar pengajarannya berbeda, baik metode, materi hingga proses pelaksanaan pembelajaran. Adapun keterampilan (Maharah) pada pembelajaran bahasa arab meliputi keterampilan menyimak (istima’), keterampilan berbicara (Kalam), keterampilan membaca (Qiroah), dan keterampilan menulis (Kitabah). Dari keempat keterampilan tersebut proses awal dimana pembelajaran bahasa terjadi, dan tidak dapat dipisahkan karena saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya.</p>
      <p id="paragraph-3">Maharah Kitabah merupakan salah satu dari empat keterampilan dalam bahasa arab dengan mengerahkan perasaan dan pemikirannya sehingga menghasilkan sebuah tulisan. Dapat dikatakan pula bahwa menulis merupakan salah satu keteranpilan berbahasa yang digunakan dalam komunikasi secara tidak langsung, tidak didapatkan secara alamiah namun melalui proses belajar dan berlatih sehingga perlu adanya pembinaan dalam keterampilan menulis <xref id="x-8e77de5fb095" rid="R64823615445175" ref-type="bibr">Wagiran (2005)</xref> . Adalah keterampilan terakhir yang harus dikembangkan setelah kemahioran menyimak, kalam dan qiro’ah. Bahkan dikatakan sebagai keterampilan tertinggi dari keempat keterampilan berbahasa <xref id="x-89ad8fc05ea9" rid="R64823615445162" ref-type="bibr">Kamal (2010)</xref> . Dengan demikian keterampilan menulis sebagai salah satu sarana komunikasi bahasa tulis antara seseorang dengan orang lain dengan menuangkan perasaan, ide, gagasan serta pemikirannya yangb tidak terbatas oleh waktu dan tempat.</p>
      <p id="paragraph-4">  Menulis dalam bahasa arab (Maharah al-Kitabah) terdapat dua aspek kemampuan yang harus dikembangkan, yaitu kemampuan teknis dan kemapuan ibddi (produksi). Yang dimaksud dengan kemampuan teknis adalah kemampuan menulis bahasa arab dengan benar, meliputi kebenaran imlak  (tulisan), qawaid  (susunan) dan penggunaan alamaat al-tarqim (tanda baca) <xref id="x-937d32d61b9d" rid="R64823615445158" ref-type="bibr">Hamid (2010)</xref> .</p>
      <p id="paragraph-5">Adapun salah satu ruang lingkup dari keterampilan menulis (maharahkitabah) yaitu imla’. Imla’ merupakan dikte atau bagian atau jenis dari keterampilan menulis (Kitabah) yang memperhatikan aspek kemampuan menulis secara tepat dan benar melalui penguacapan kata dengan meletakkan tanda baca secara tepat <xref id="x-e49097c981e8" rid="R64823615445161" ref-type="bibr">Ma'rifatul (2009)</xref>. Dengan kata lain, suatu kemampuan teknis atau tata cara dalam menulis bahasa arab secara baik dan benar dengan memperhatikan kaedah penulisan melalui keaktifan indra pendengaran, pengucap dan peraba (tangan).</p>
      <p id="paragraph-6">Namun pada realitanya, banyak terdapat problematika didalam pembelajaran bahasa arab terutama dalam pembelajaran imla’. Menurut madzkur bahwa diantara penyebab kesalahan tulisan siswa atau mahasiswa adalah sebagian huruf ada yang diucapkan namun tidak ditulis, dan sebagian ada yang tidak diucapkan dan juga tidak ditulis pula <xref id="x-818f696a447e" rid="R64823615445160" ref-type="bibr"/> . Disisi lain pembelajaran bahasa arab di Indonesia meliputi dua aspek yaitu aspek kebahasaan dan non kebahsaan. Fokus pada aspek kebahasaan meliputi tataran bunyi, kata, struktur, makna dan tulisan. Sehingga pada aspek kebahasaan inilah yang menjadi hal utama dalam kajian pembelajaran imla’. </p>
      <p id="paragraph-7">Prodi Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu prodi dalam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang bertujuan membentuk sarjana muslim yang memiliki keahlian dibidang agama Islam dengan harapan lulusan Prodi PAI dapat menjadi tenaga pendidik Agama islam pada sekolah dasar dan menengah, pengawas PAI, peneliti, maupun pengelola lembaga pendidikan. Guna mencapai tujuan dan harapan dari lulusan prodi PAI, salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa PAI semester tiga yaitu Maharah Kitabah. Diantara tujuan pembelajaran Maharah Kitabah ini agar siswa mampu menulis bahasa arab sebagai bahasa agama islam yang sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan arab yang baku, mentransfer bunyi huruf, menuangkan kata atau ide ke dalam sebuah tulisan bahasa arab  secara benar. Realita yang terjadi berdasarkan pengamatan peneliti, sebagian mahasiswa belum mampu menulis bahasa arab sesuai dengan kaidah yang benar. Ketika terjadi kesalahan dalam penulisan maka akan berakibat perubahan makna yang tidak sesuai dengan makna yang akan disampaikan. Masih terdapat pula kesalahan-kesalahan yang muncul dalam tulisan mahasiswa Pendidikan Agama Islam Semester III 2018-2019 UMSIDA diantaranya penulisan kaidah tanda baca, hamzah dll. Oleh karena itu, Dalam studi kasus ini, peneliti berusaha mengkaji secara mendalam dan detail dengan menganalisa kesalahan-kesalahan penulisan kitabah (Imla’) berbasis konsep Rusydi Ahmad Thuaimah. Yang kemudian mahasiswa akan diberikan treatment berupa kaedah penulisan imla’ atau memberikan pemahaman dalam mendalami imlak yang harus dipelajari dan dikuasai sebagai seorang mahasiswa perguruan tinggi Pendidikan Agama Islam agar sesuai dan tecapai  dari visi dan misi prodi PAI. </p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-f2a7642d1586">Metode Penelitian</title>
      <p id="t-07717ce5a59b">Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif Error Analysis <xref id="x-dc5ab97a0b77" rid="R64823615445170" ref-type="bibr">6</xref> , analisis kesalahan ini dimaksudkan untuk menganalisa kesalahan-kesalahan penulisan kitabah (Imla’) mahasiswa PAI Semester tiga 2018-2019 berbasis konsep Rusydi Ahmad Thuaimah yang meliputi tiga langkah yaitu identifikasi kesalahn (Ta’rif al-akhtho’), deskripsi dan klasifikasi kesalahan (Tausif al-khata’), serta penafsiran dan penjelasan kesalahn (tafsir al-akhtha’). Penelitian ini dilakukan selama enam bulan dari bulan November 2018 sampai April 2019 dengan objek penelitian adalah objek penelitian adalah tulisan-tulisan mahasiswa yang diambil dari hasil UTS. Responden dalam penelitian ini adalah mahaiswa PAI semester 3 2018-2019.  Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, kuesioner, dan studi pustaka <xref id="x-a01fcd3f313a" rid="R64823615445167" ref-type="bibr">7</xref>. Adapun teknik analisa data yang digunakan peneliti disini adalah berdasarkan teori rusydi ahmad thuaimah kemudian peneliti melakukan teknik analisa hitung dengan rumus sebagai berikut : <xref id="x-637dd1bff14c" rid="R64823615445165" ref-type="bibr">8</xref> </p>
      <fig id="f-8f335d9bad10" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 0 </label>
        <graphic id="g-42dc64c78d0f" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/688a1ab3-b874-4639-a101-2b4f07c64374-u16.jpg"/>
      </fig>
      <p id="p-7d6be92c719e"/>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-7dd36c017788">Hasil dan Pembahasan</title>
      <sec>
        <title id="t-3d7fe43a4902">Kesalahan Dalam Tulisan (Imlak) Mahasiswa Prodi PAI Semester 3 2018-2019 UMSIDA</title>
        <p id="p-6dbf83bd7eab">Diantara kesalahan dalam maharah kitabah (Imlak) pada mahasiswa prodi PAI semester 3 2018-2019 dapat diklasifikasikan sebagai berikut :</p>
        <sec>
          <title id="t-a13a4a8b408f">Penulisan Harakat </title>
          <p id="p-9fc42f19c01c">Berbicara huruf arab sama halnya dengan huruf hijaiyah, maka huruf hijaiyah tersebut tidak akan bisa dibaca kecuali diberi tanda baca (Harakat/Syakal). Adapun tanda syakal atau harakat tersebut adalah fathah, kasrah, dhommah, tanwin, sukun  dan tasydid. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti melalui hasil UTS mahasiswa prodi PAI semester 3 2018-2019, ditemukan kesalahan-kesalahan dalam penulisan harakat diantaranya :</p>
          <sec>
            <title id="t-fc1d4440fa78">Harakat Panjang </title>
            <p id="p-c3cc31820ec6">Dibawah ini adalah data kesalahan Imlak  terkait penulisan harakat panjang :</p>
            <table-wrap id="tw-1d2ce63573c6" orientation="portrait">
              <label>Table 1</label>
              <caption id="c-29b5a48761af">
                <title id="t-d95bd0fd40be">Kesalahan Harakat Panjang</title>
              </caption>
              <table id="t-9cc1d4a3523e" rules="rows">
                <colgroup/>
                <thead id="ts-5e6475e81689">
                  <tr id="tr-853929ce6096">
                    <th id="tc-5aa91b0ca232" align="left">No</th>
                    <th id="tc-b1f296f04183" align="left">Bentuk Salah</th>
                    <th id="tc-434ac5ca4552" align="left">Bentuk Benar</th>
                    <th id="tc-aac29d9cbdd8" align="left">Jumlah Kesalahan</th>
                  </tr>
                </thead>
                <tbody id="ts-d31a7daa7978">
                  <tr id="tr-63c8b587d743">
                    <td id="tc-a3360ba3997c" align="left">1</td>
                    <td id="tc-fda3ba654a79" align="left">شَدِدًا</td>
                    <td id="tc-424f515cff19" align="left">شَدِيْدًا</td>
                    <td id="tc-92b31a689edf" align="left">3</td>
                  </tr>
                </tbody>
              </table>
            </table-wrap>
            <p id="p-33b5d0cffaad">Analisis <xref id="x-711877533fec" rid="tw-1d2ce63573c6" ref-type="table">Table 1</xref> : dalam penulisan harakat panjang ini ditemukan 3 mahasiswa yang menuliskan kata syadiidun tanpa menambahkan huruf ya’ sukun. Bentuk penulisan harakat panjang pada kata tersebut dapat dilihat dalam kolom pembenaran. </p>
            <p id="p-d7ae6a5eb4ad">Dari tabel <xref id="x-64104aa43601" rid="tw-1d2ce63573c6" ref-type="table">Table 1</xref> diatas, dapat diketahui prosentase kesalahan dalam penulisan harakat panjang yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 sebagai berikut :</p>
            <fig id="f-447f35cc7018" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
              <label>Figure 0 </label>
              <graphic id="g-cfd4f3fcb40b" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/6f9d4a59-2c3b-4aca-bbba-ed50c7365cda-u17.jpg"/>
            </fig>
            <p id="p-b48a81d7b155"/>
            <p id="p-7a6d342c3332">Prosentae kesalahan dalam penulisan harakat panjang yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 memiliki tingkat kesalahan sebanyak 15%.</p>
          </sec>
          <sec>
            <title id="t-3a8f9443b793">Tanwin Fathah </title>
            <p id="p-9103e3c31ad8">Sebagaimana dalam pembahasan sebelumnya, bahwa tanwin fathah merupakan salah satu tanda baca pada tulisan arab yang pada akhir kata tersebut diucapkan dengan bunyi nun sukun (‘n’) atau layaknya bertemu dengan huruf nun mati. <xref id="x-7dbbcaab3ae0" rid="tw-1ef90000c00d" ref-type="table">Table 2</xref>  dibawah ini adalah data kesalahan Imlak  terkait penulisan harakat pendek :</p>
            <table-wrap id="tw-1ef90000c00d" orientation="portrait">
              <label>Table 2</label>
              <caption id="c-86278e18b4ae">
                <title id="t-f66e3f845725">Kesalahan Tanwin Fathah</title>
              </caption>
              <table id="t-8bff30f998ff" rules="rows">
                <colgroup>
                  <col width="8.9"/>
                  <col width="31.550000000000004"/>
                  <col width="31.189999999999998"/>
                  <col width="28.36"/>
                </colgroup>
                <thead id="ts-b524cafa6faa">
                  <tr id="tr-86256822efe5">
                    <th id="tc-f9ac5e36ba00" align="left">No</th>
                    <th id="tc-a055f17c6ee0" align="left">Bentuk Salah</th>
                    <th id="tc-18643a934d63" align="left">Bentuk Benar</th>
                    <th id="tc-6a9a1f50394f" align="left">Jumlah Kesalahan</th>
                  </tr>
                </thead>
                <tbody id="ts-09b639ed0fdb">
                  <tr id="tr-c8f315a9a73a">
                    <td id="tc-390f786c4ba6" align="left">1</td>
                    <td id="tc-9f1e15a8e01f" align="left">شَدِيْدً</td>
                    <td id="tc-76c9ad8704d7" align="left">شَدِيْدًا</td>
                    <td id="tc-d6f534baedc2" align="left">2</td>
                  </tr>
                  <tr id="tr-6a201bec5c1b">
                    <td id="tc-cc93035addc6" rowspan="4" align="left">2</td>
                    <td id="tc-4e06720f59c0" align="left">خُبْزَنْ</td>
                    <td id="tc-25f353a2d3fc" rowspan="4" align="left">خُبْزًا</td>
                    <td id="tc-c862b9985f4e" align="left">2</td>
                  </tr>
                  <tr id="tr-8b198f0c3a03">
                    <td id="tc-8f8b2a96dbab" align="left">الخُبْزًا</td>
                    <td id="tc-e8a5aa7cfb08" align="left">2</td>
                  </tr>
                  <tr id="tr-2dcb1afb637c">
                    <td id="tc-d176987a2405" align="left">خُبْزً</td>
                    <td id="tc-3b1c4aaccf44" align="left">2</td>
                  </tr>
                  <tr id="tr-88e25375fac9">
                    <td id="tc-9c5e99fd767c" align="left">حُبْزًا</td>
                    <td id="tc-b0da22d3fb0d" align="left">9</td>
                  </tr>
                </tbody>
              </table>
            </table-wrap>
            <p id="p-756d777505eb">Analisis <xref id="x-ef95a76dac3c" rid="tw-1ef90000c00d" ref-type="table">Table 2</xref> : Dalam penulisan harakat tanwin fathah ini pada kata شَدِيْدًا ditemukan 2 mahasiswa yang menuliskan kata tersebut tanpa menambahkan huruf alif  diakhir kata. Bentuk penulisan harakat tanwin fathah yang benar pada kata tersebut dapat dilihat dalam kolom pembenaran. Selain itu, kesalahan penulisan kata خُبْزًا terjadi pada 15 mahasiswa yang menuliskan kata tersebut sebagaimana pada kolom bentuk kesalahan diatas. Adapun pembenaran kata tersebut dapat dilihat pada kolom pembenaran dengan menggunakan huruf Kho’ , tanpa alif lam ta’rif  diawal dan diakhiri dengan fathatain  atau tanwin fathah.</p>
            <p id="p-cbad3183009b"> Dari <xref id="x-7886ea40f51b" rid="tw-1ef90000c00d" ref-type="table">Table 2</xref> diatas, dapat diketahui prosentase kesalahan dalam penulisan tanwin fathah pada kata Syadiidan yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 sebagai berikut :</p>
            <fig id="f-7881fabda558" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
              <label>Figure 0 </label>
              <graphic id="g-19e4ff83f8fd" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/b55f5f58-d3ec-46ca-a53d-a63056338f15-u18.jpg"/>
            </fig>
            <p id="p-a607faea1e85"/>
            <p id="p-299c977234c8">Presentasi kesalahan dalam penulisan tanwin fathah pada kata Syadiidan yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 memiliki tingkat kesalahan sebanyak 10%.</p>
            <p id="p-a6d098c9f164"> Adapun prosentase kesalahan dalam penulisan tanwin fathah pada kata Khubzan yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 sebagai berikut :</p>
            <fig id="f-b72330b28037" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
              <label>Figure 0 </label>
              <graphic id="g-57365c64a39c" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/d2ac119c-f9fb-4daa-9cd4-2001d3b69abf-u19.jpg"/>
            </fig>
            <p id="p-305c679b4398">Presentasi kesalahan dalam penulisan tanwin fathah pada kata Khubzan yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 memiliki tingkat kesalahan sebanyak 75%.</p>
          </sec>
        </sec>
        <sec>
          <title id="t-caa9181c8bb5">Asy-Syamsiyah dan Al-Qomariyah</title>
          <p id="p-3aba6b3b746c">Selaras dengan pembahasan pada kajian teori sebelumnya, alif lam syamsiyah apabila bertemu dengan huruf hijaiyah syamsiyah yang berjumlah 14 huruf maka cara memebacanya dengan dimasukkan atau diidghomkan kepada huruf syamsiyah. Sebaliknya jika alif lam qomariyah,  apabila bertemu salah satu huruf qomariyah yang berjumlah 14 huruf maka cara membacanya harus dengan diidzharkan atau jelas dan terang. Dibawah ini adalah data kesalahan Imlak  terkait penulisan al-Syamsiyah dan al-Qomariyah sebagai berikut :</p>
          <fig id="f-b95181860196" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 1 </label>
            <caption id="c-94d710908314">
              <title id="t-5a5f27c8ebe4">Kesalahan Al-Syamsiyah dan Al-Qomariyah</title>
            </caption>
            <graphic id="g-0ad76303faf3" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/ae65ae2a-54c1-47bb-a6f7-769a2637eca3-u21.jpg"/>
          </fig>
          <p id="p-cbdf6f194ba4"/>
          <p id="p-dbe6fbc898a9">Analisis : Berdasarkan paparan data <xref id="x-8a9c000d4ad7" rid="f-b95181860196" ref-type="fig">Figure 5</xref>  kesalahan diatas diketahui bahwa kesalahan imlak  yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 yaitu terkait alif lam al-qomariyah.  Adalah pertama pada kata بِالْبَسْمَلَةِ,dimana ditemukan 18 mahasiswa yang menuliskan kata tersebut tidak sesuai dengan kaidah penulisan imlak  yang baik dan benar sebagaimana terlihat pada kolom bentuk kesalahan diatas, diantaranya menyambungkan huruf ba’ dengan lam, menyambungkan huruf ba’  dengan ya’ sukun, memanjangkan mim, memisahkan huruf ba’ dengan al-basmalah, dan menggunakan alif lam ta’rif  pada kata al-basmalah. Adapun Bentuk penulisan alif lam al-qomariyahpada kata bi al-basmalah  yang benar dapat dilihat dalam kolom pembenaran. Kedua, kesalahan penulisan kata فِيْ الْعَسَلِ terjadi pada 5 mahasiswa yang menuliskan kata tersebut sebagaimana pada kolom bentuk kesalahan diatas, diantaranya fa’  yang disambungkan dengan huruf lam,  huruf fa’ yang disambungkan dengan huruf lam  dan ‘ain pada kata fi al-‘asl,  menggunakan huruf hamzah yang seharusnya huruf ‘ain pada kata ‘asal. Adapun pembenaran kata فِيْ الْعَسَلِdapat dilihat pada kolom pembenaran dengan menggunakan huruf fa  yang disambungkan dengan huruf ya’ sukun, menggunakan alif lam ta’rif  dan diikuti selanjutnya dengan huruf ‘ain.</p>
          <p id="p-0acca099b931">Dari <xref id="x-460900d4d4a3" rid="f-b95181860196" ref-type="fig">Figure 5</xref>  diatas, dapat diketahui prosentase kesalahan dalam penulisan alif lam qomariyah pada kata bi al-basmalah  yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 sebagai berikut :</p>
          <fig id="f-036ce9fed455" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 0 </label>
            <graphic id="g-4815d3e3e991" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/42567452-a5b4-45aa-abf1-f768ecc29453-u22.jpg"/>
          </fig>
          <p id="p-12f994095b26"/>
          <p id="p-1cc7c08ee2cd">Artinya, Presentasi kesalahan dalam penulisan alif lam qomariyah pada kata bi al-basmalah yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 memiliki tingkat kesalahan sebanyak 90%.</p>
          <p id="p-ba46a482d25f"> Adapun prosentase kesalahan dalam penulisan tanwin fathah pada kata fi al-‘Asali yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 sebagai berikut: </p>
          <fig id="f-d3434d6a90f7" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 0 </label>
            <graphic id="g-7bb4d68be886" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/87bee049-5de8-434a-a03e-96d69b994178-u23.jpg"/>
          </fig>
          <p id="p-538725582921"/>
          <p id="p-c48ea0990bad">Dengan kata lain, Presentasi kesalahan dalam penulisan alif lam qomariyah pada kata fi al-‘Asali yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 memiliki tingkat kesalahan sebanyak 25%.</p>
          <p id="paragraph-2">Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesalahan penulisan alif lam qomariyah pada kata bi al-basmalah mencapai 90% dan pada kata fi al-‘asal sebanyak 25%.</p>
          <p id="paragraph-8">a. Hamzah</p>
          <p id="p-770d94cf5490">Telah dijelaskan pada pembahasan sebelumya bahwa antarahamzahdan alif adalah dua huruf yang berbeda. Jika  hamzah  dapatmenerima harakat, maka alif tidak dapat menerima harakat, sebagaimana pada kata "ﻢﻟآ" Kata  tersebut  adalah  sebuah  kata  yang  diawalioleh huruf alif dan ia bukanlah huruf hamzah, oleh karenanya pada huruf awalnya dibaca “alif-lâm -mîm” bukan “hamzah-lâm -mîm” atau “â - lâm -mîm”. Dibawah ini adalah data kesalahan Imlak  terkait penulisan hamzah sebagai berikut :</p>
          <p id="p-42a630c80970"/>
          <fig id="f-7e830d5f8683" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
            <label>Figure 2 </label>
            <caption id="c-28a735dd5263">
              <title id="t-5cbe84828f46">Kesalahan Penulisan Hamzah</title>
            </caption>
            <graphic id="g-8a0186c6caa8" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/0f19b35e-a1c3-4799-a59e-c3ffd457a377-ukesalahan-penulisan-hamzah.png"/>
          </fig>
          <p id="p-abca0c63f42a"/>
          <p id="p-000d80141fc2">Analisis  :</p>
          <p id="p-fae291c52be0">1) Hamzah yang terletak diawal kata</p>
          <p id="p-69fc440c2bc6">Berdasarkan uraian data  kesalahan diatas diketahui bahwa kesalahan imlak  yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 yaitu terkait hamzah  yang terletak diawal katapada hamzah qothi’ adalah pada kataبِآلاَمٍ. Selaras dengan konsep hamzah yang terletak diawal kata pada hamzah qoth’, apabila posisi hamzah diatas alif  atau dibawahnya  diawali dengan huruf jar, athaf, al-ma’rifah  dan yang lainnyamaka ia tidak akan pernah berubah pada posisinya. Pertama ditemukan 9 mahasiswa yang menuliskan kata بِآلاَمٍ tidak sesuai dengan kaidah penulisan imlak  yang baik dan benar sebagaimana terlihat pada kolom bentuk kesalahan diatas, diantaranya menggunakan mim ya’ nun  diakhir kata bukan fathatain, menggunakan huruf ‘ain pada kata aaalamin, memanjangkan huruf ‘ain. Adapun Bentuk penulisan kata bi aalamin  yang benar dapat dilihat dalam kolom pembenaran no.1. Kedua, kesalahan penulisan hamzah yang terletak diawal kata pada hamzah washal لِلنَّـاسِ terjadi pada 11 mahasiswa yang menuliskan kata tersebut sebagaimana pada kolom bentuk kesalahan diatas, diantaranya huruf nun sukun dan nunyang seharusnya dimasukkan menjadi satu sehingga menjadi tasydid  dan dipanjangkan satu alif, menyambungkan huruf lamdengan ya’  yang seharusnya tanpa pemberian ya’ layyinah,  dan yang lainnya sebagaimana tertera pada kolom bentuk kesalahan no 6. Adapun pembenaran kata لِلنَّـاسِ dapat dilihat pada kolom pembenaran (No. 6) yaitu dengan membuang alif lam ta’rif  diawal kata An-Nas dikarenakan terdapat lam jar  sebelum kata An-Nas.</p>
          <p id="p-6d403015b964"/>
        </sec>
      </sec>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-a70dea2cc7d5">Kesimpulan</title>
      <p id="p-d0ea6997dd09">Bentuk kesalahan dalam Imlak Mahasiswa Prodi PAI Semester 3 2018-2019 UMSIDA adalah kesalahan penulisan harakat panjang pada kata شَدِيْدًا mencapai tingkat 15%, pada kata شَدِيْدًا danخُبْزًا mencapai 85%, kesalahan pada al-syamsiyah dan al-qamariyah pada kata بِالْبَسْمَلَةِ mencapai 90% dan kata فِيْ الْعَسَلِ mencapai 25%, kesalahan dalam penulisan hamzah diawal kata pada hamzah qoth’i  dalam kata بِآلاَمٍ mencapai 45% dan hamzah washal  pada kata لِلنَّـاسِ mencapai 55%, hamzah yang terletak ditengah kata pada kata سَأَلَ mencapai 40%, kata سَائِلٌ mencapai 45% dan pada kata سَائِلاً25%, penulisan hamzah  diakhir kata di atas huruf alif (أ) pada kata بَدَأْتُ memiliki tingkat kesalahan sebanyak 45 %, kesalahan penulisan huruf hijaiyah pada kataأشْعُرُmencapai 25% dan kataشِفَاءٌ20%, kesalahan penulisan alif layyinah  ditengah kata dan ditulis alif mamdudah  pada kata شِفَاءٌ mencapai 20%.</p>
      <p id="p-bedfb215fd98"> Faktor kesalahan dalam tulisan (Imlak) Mahasiswa Prodi PAI Semester 3 2018-2019 UMSIDA, diantaranya Factor intern mahasiswa yaitu belum menguasai teknik menulis arab sesuai kaidah yang benar, kesulitan dalam menulis hamzah, belum mengetahui penulisan huruf hijaiyah yang disambung dan tidak disambung, belum terbiasa mendengar kosakata bahasa arab, kurangnya konsentrasi dalam Imlak, Factor intern bahasa : Belum mengetahui penulisan harakat hijaiyah secara baik dan benar, kesulitan dalam membedakan huruf hijaiyah yang pengucapannya hampir sama, kesulitan dalam membedakan huruf yang diucapkan dengan yang ditulis.</p>
      <p id="p-f6bccba2c6b8">Solusi dari kendala yang dihadapi Mahasiswa Prodi PAI Semester 3 2018-2019 UMSIDA dalam Maharah Kitabah  (Imlak)  yaitu dengan membangun mindset  dan motivasi mudah dan bisa dalam menulis kata atau kalimat bahasa arab sesuai dengan kaidah yang benar, membuat mahasiswa terbiasa dengan imlak dengan memaksimalkan waktu perkuliahan, diberikan konsep terkait kaidah imlak  dengan benar, mengenalkan dan memberikan kosakata  bahasa arab yang lebih banyak, membiasakan untuk konsentrasi dalam imlak, mengoptimalkan club  bahasa arab dilingkungan fakultas tarbiyah dan muamalah.</p>
      <p id="t-6dda76dcfb02">Dari tabel diatas, dapat diketahui prosentase kesalahan dalam penulisan hamzahdiawal kata pada kata بِآلاَمٍ yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 adalah :</p>
      <fig id="f-fbc19ba753ca" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 0 </label>
        <graphic id="g-c8c08f13626a" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/963aa955-6d34-4f9f-b47b-15762399fe1a-u26.jpg"/>
      </fig>
      <p id="p-0f5d8590b32d">Sedangkan prosentase kesalahan dalam penulisan hamzahdiawal kata pada kata لِلنَّـاسِ yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 sebagai berikut :</p>
      <fig id="f-7bf950c3d44d" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 0 </label>
        <graphic id="g-2dd5bab1054a" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/5e4824fc-c0d1-4574-acaf-620e990babe2-u27.jpg"/>
      </fig>
      <p id="p-d3d20dd718c1">Disimpulkan bahwa kesalahan penulisan hamzah  diawal kata pada hamzah qoth’I  dalam kata بِآلاَمٍ mencapai 45% dan hamzah washal  pada kata لِلنَّـاسِ mencapai 55%.</p>
      <p id="p-a2b222acbdd3">1) Hamzah yang terletak ditengah kata</p>
      <p id="clipboard_property">Selaras dengan kaidah imlak, bahwa penulisan hamzah  ditengah kata terdapat 3 bentuk yaitu dengan أ، ئ ، ؤ. Penulisan hamzah ditengah kata dengan huruf أ apabilahamzah berharakat fathah dan huruf sebelumnya berharakat fathah seperti dalam kata سَأَلَ. Namun, berdasarkan hasil pengamatan peneliti terdapat 8 mahasiswa yang mengalami kesalahan penulisan hamzah  ditengah kata dengan menggunakan huruf أ. Diantara kesalahan tersebut yaitu beberapa mahasiswa menuliskan kata ‘ain  yag seharusnya ditulis hamzah, menggunakan huruf ئyang seharusnyaأ, dan tidak memberikan huruf hamzah diatas melainkan menggunakan alif. Disisi lain, Penulisan hamzah ditengah kata dengan huruf ئapabila hamzah berharakat kasrah seperti dalam kata سَائِلٌdanسَائِلاً. Dari kedua kata tersebut diketahui hamzah berharokat kasrahmeskipun keduanya memiliki kedudukan yang berbeda, سَائِلٌsebagai isim fa’il yang berakhiran dhomatain dan سَائِلاًsebagai maf’ul bihi yang berakhiran fathatain. Hasil pengamatan peneliti bahwa dari kata سَائِلٌterdapat 9 mahasiswa yang mengalami kesalahan penulisan hamzah  ditengah kata dengan menggunakan huruf ئantara lain menuliskan hamzah  ditengah kata namun tidak menggunakan huruf ئ, beberapa menuliskan kata hamzah dengan huruf ‘ain. Memendekkan huruf sin  diawal kata, meuiskan huruf ya’  namun tidak diberi huruf hamzah diatas ya’. Selain itu dalam kata سَائِلاًterdapat 5 mahasiswa yang mengalami kesalahan penulisan hamzah  ditengah kata dengan menggunakan huruf ئantara lain menuliskan hururf hamzah  dengan ؤ, menuliskan hamzah  dengan huruf ‘ain, dan lain-lain seperti pada kolom bentuk salah diatas. </p>
      <p id="p-c365a42797e0">Sehingga dari tabel diatas, dapat diketahui prosentase kesalahan dalam penulisan hamzahditengah kata pada kata سَأَلَ yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 adalah :</p>
      <fig id="f-8133dcabf425" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 0 </label>
        <graphic id="g-d11630cdb52a" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/0b3292e5-2559-463f-81eb-9fe768351cc3-u28.jpg"/>
      </fig>
      <p id="p-44093aefb3e5">Sedangkan prosentase kesalahan dalam penulisan hamzahditengah kata pada kata سَائِلٌ yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 adalah :</p>
      <fig id="f-dbb7a61736ba" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 0 </label>
        <graphic id="g-adb14afa4e30" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/c277d83a-86cc-4148-805f-d48ce090f584-u29.jpg"/>
      </fig>
      <p id="p-66d65e1f51cf">Dan kesalahan penulisan pada kata سَائِلاً :</p>
      <fig id="f-db8ab4d01214" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 0 </label>
        <graphic id="g-50f6603383b3" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/6997854f-d62d-4830-bd34-5ab7a003438f-u30.jpg"/>
      </fig>
      <p id="p-da96a92e11ce">1) Hamzah yang terletak diakhir kata</p>
      <p id="p-8a563f39c0f4">Dalam rumus kaidah imlak  , posisi hamzah  ditulis di atas huruf alif(أ) diakhir kata apabila didahului oleh huruf berharakat fathah. Misal pada kata بَدَأْتُ, sekalipun disambungkan dengan dhomir  (kata ganti orang) tetap ia dituliskan dengan huruf (أ) diakhir kata sebab ia didahului oleh huruf berharakat fathah. Realita bahwa terjadi kesalahan penulisan hamzah  diakhir kata dengan huruf alif(أ) terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 sebanyak 9 orang. Diantara kesalahan tersebut berupa huruf hamzah yag seharusnya ditulis dengan(أ) namun ditulis dengan huruf ‘ain, hamzah  dengan bentuk penulisan diatas ya’, hamzah yang berdiri sendiri (ء), penulisan hamzah  dengan hururf kaf, penulisan huruf ta’ dengan ta’ marbuthoh.</p>
      <p id="p-be5a460622d8">Disimpulkan bahwa penulisan hamzah  dengan di atas huruf alif(أ) diakhir kata pada kata بَدَأْتُsebanyak : 45 % dari </p>
      <fig id="f-0570f3c90157" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 0 </label>
        <graphic id="g-37b2b9e2675d" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/c5aacc70-b24b-496b-a948-1af50daa1457-u31.jpg"/>
      </fig>
      <p id="p-2a7b8ae1a77b">a. Huruf Hijaiyah</p>
      <p id="p-ef99a34f3cd0">Unsur huruf bahasa arab dalam disebut juga sebagai huruf hijaiyah. Diketahui bahwa huruf hijaiyah berjumlah 28 buah, dan diantara huruf tersebut terdapat huruf yang dapat disambung dan tidak dapat disambung. Data kesalahan dalam penulisan huruf hijaiyah pada mahasiswa PAI semester 3 kami paparkan dalam bentuk tabel berikut:</p>
      <fig id="f-7bc776cd226d" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 3 </label>
        <caption id="c-1cb5c241fd9f">
          <title id="t-472470a46236">Kesalahan Penulisan Hijaiyah</title>
          <p id="p-39deef2f66b3"/>
        </caption>
        <graphic id="g-6cad0e7ade73" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/cbe0f00f-574a-45e6-9d94-6f556a79db95-u32.jpg"/>
      </fig>
      <p id="p-9af54a96057c">Analisis :</p>
      <p id="p-47d5c5c55edb">Berdasarkan pengamatan peneliti bahwa terdapat kesalahan penulisan huruf hijaiyah pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019, beberapa kesalahan penulisan tersebut yaitu pada kata أشْعُرُ yang seharusnya tertulis menggunakan hururf syinnamun ditulis dengan huruf sin, harusnya menggunakan hururf hamzah  diawal kata namun menggunakan huruf ain, menuliskan huruf hamzah ditengah kata dengan (أ) sebagaimana tertera pada kolom bentuk kesalahan pada no. 1. Apabila diprosentasekan, maka kesalahan tersebut sebanyak 25 % (5 dari 20 mahasiswa) diketahui dari : </p>
      <fig id="f-abec68c510fa" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 0 </label>
        <graphic id="g-97cd6240977a" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/92baa762-402c-4344-918f-1e1e445364de-u33.jpg"/>
      </fig>
      <p id="p-cbed4e48bd9e">Kesalahan penulisan huruf hijaiyah  kedua pada kata شِفَاءٌ sebanyak 4 mahasiswa. Kesalahan penulisan tersebut adalah 2 mahasiswa menggunakan huruf sin  diawal, dan 2 mahasiwa lainya menggunakan huruf sha  diawal sebagaimana pada tabel diatas. Jumlah prosentase dari kesalahan tersebut adalah 20% yang diketahui dari :</p>
      <fig id="f-26a72135c53e" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 0 </label>
        <graphic id="g-5777a67a29af" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/7209aac0-9ed0-4381-bc0e-be338a7b3427-u34.jpg"/>
      </fig>
      <p id="p-866a211a9913">a. Alif Layyinah ditengah Kata</p>
      <p id="p-8bf6f45cdfdb">Aliflayyinah ditengah kata ditemukan baik di isim, fi'il maupun harfdan ditulis mamdudahatau thawilah  adalah alif yang berdiri tegak seperti galah. Ditemukan data kesalahan penulisan alif layyinah  ditengah kata yang ditulis dalam alif mamdudah  atau thawilah  terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 sebanyak 4 orang pada kata شِفَاءٌ.Diantara kesalahan tersebut adalah tanpa menggunakan alif mamdudah ditengah kata dan diakhir kata tidak menggunakan hamzah  melainkan huruf ‘ain, serta memanjangkan harakat  pada huruf fa’. Secara rinci kami paparkan dalam bentuk tabel berikut :</p>
      <fig id="f-50a494535136" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 4 </label>
        <caption id="c-babe8227c8ec">
          <title id="t-0efefde91bfd">Kesalahan Penulisan Alif Layyinah</title>
        </caption>
        <graphic id="g-6a1a25ab5f36" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/a099d8b2-548b-47d3-a6be-832ec12addd8-u35.jpg"/>
      </fig>
      <p id="p-d9fc93ce7737"/>
      <p id="p-cc6a56ec707e">Dengan demikian, diketahui prosentase kesalahan dalam penulisan alif layyinahditengah kata pada kata شِفَاءٌ yang terjadi pada mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 adalah : 20% dari hasil </p>
      <fig id="f-4ca9433d6b00" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 0 </label>
        <graphic id="g-64fd8967270f" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/41af141e-24ea-4b56-a2d9-251c91c2f7a0/image/b3f11577-bf4a-42de-aed7-affa3d1cea56-u36.jpg"/>
      </fig>
      <p id="p-90e8d4b3d8f4">1. Faktor kesalahan dalam tulisan (Imlak) Mahasiswa Prodi PAI Semester 3 2018-2019 UMSIDA</p>
      <p id="p-7006070dfe75">Berdasarkan pengamatan dari kesalahan Imlak  diatas sekaligus data kuesioer yang telah didapatkan peneliti dari responden (mahasiswa), maka factor kesalahan atau kesulitan yang terjadi dalamImlakmahasiswa prodi PAI semester 3 2018-2019 diantaranya :</p>
      <p id="p-5c996bda2f12">a. Factor intern mahasiswa : belum mengetahui teknik menulis arab atau ayat sesuai dengan kaidah yang bai dan benar, kesulitan dalam menulis alif yang terletak ditengah maupun diakhir kata, belum mengetahui secara benar tentang penulisan arab atau huruf hijaiyah yang disambung dan tidak disambung, belum terbiasa mendengar kosakata bahasa arab sehingga kesulitan dalam menyambungkan huruf menjadi sebuah kata, pendengaran yang kurang tajam dan kurangnya konsentrasi dalam Imlak. Terjadinya kesalahan atau kesulitan dalam imlak  ini disebabkan karena kurangnya latihan dalam imlak, beberapa dari mahasiswa mengungkapkan mata kuliah maharah kitabah  (Imlak) merupakan mata kuliah yang baru dikenal dan dipelajaridiperguruan tinggi, kurangnya pemahaman dalam menuliskan huruf hijaiyah yang disambung dan tidak disambung, tidak terbiasa dalam menulis arab atau huruf hijaiyah, kurangnya penguasaan terkait kaidah imlak, latar belakang sebagian mahasiswa bukan berasal dari madrasah atau pesantren, </p>
      <p id="p-d9445840b5be">b. Factor intern bahasa : Belum mengetahui penulisan harakat panjang, pendek atau tanwin secara baik dan benar, Kesulitan dalam membedakan huruf hijaiyah yang pengucapannya hampir sama atau mirip misalnya ض dengan ظ, kesulitan dalam membedakan huruf yang diucapkan dengan yang ditulis. </p>
      <p id="p-d4fcc2a715d3">2. Solusi dari kendala yang dihadapi Mahasiswa Prodi PAI Semester 3 2018-2019 UMSIDA dalam Maharah Kitabah  (Imlak)</p>
      <p id="p-2acfb15bf885">Untuk meminimalisir kesalahan yang terjadi dalam imlak dari mahasiswa PAI semester 3 2018-2019 adalah :</p>
      <p id="p-d5d3340579ec">a. Membangun mindset  dan motivasi bahwa seorang muslim khususnya mahasiswa UMSIDA PAI dapat menulis kata atau kalimat bahasa arab sesuai dengan kaidah yang benar serta mudah dalam menuliskannya. </p>
      <p id="p-7c6f9a5328ef">b. Membuat mahasiswa agar terbiasa dengan imlak yakni memaksimalkan waktudalam mata kuliah maharah kitabah, hal ini dapat dilakukan dengan drill.</p>
      <p id="paragraph-9">c. Mahasiswa diberikan konsep terkait kaidah menulis arab atau imlak  dengan benar </p>
      <p id="paragraph-10">d. Mengenalkan dan memberikan kosakata  bahasa arab yang lebih banyak, yang familiar digunakan dilingkungan sekolah.</p>
      <p id="paragraph-11">e. Membiasakan mahasiswa untuk konsentrasi dan memperhatikan setiap huruf yang dibacakan, makhroj serta panjang pendek dari kata yang dibacakan dengan ejaan yang tidak terlalu cepat.</p>
      <p id="paragraph-12">f. Mengoptimalkan club  bahasa arab dilingkungan fakultas tarbiyah dan muamalah sebagai jembatan dan memfasilitasi mahasiswa yang kurang optimal dalam bahasa arab khususnya maharah kitabah (Imlak).</p>
      <p id="p-50cee7cca96f"/>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-7915af891e5f">Kesimpulan</title>
      <p id="p-15a465d71a6b"> 1. Bentuk kesalahan dalam Imlak Mahasiswa Prodi PAI Semester 3 2018-2019 UMSIDA adalah kesalahan penulisan harakat panjang pada kata شَدِيْدًا mencapai tingkat 15%, pada kata شَدِيْدًاdanخُبْزًاmencapai 85%, kesalahan pada al-syamsiyah dan al-qamariyah pada kata بِالْبَسْمَلَةِmencapai 90% dan kata فِيْ الْعَسَلِ mencapai 25%, kesalahan dalam penulisan hamzah diawal kata pada hamzah qoth’i  dalam kata بِآلاَمٍmencapai 45% dan hamzah washal  pada kata لِلنَّـاسِ mencapai 55%, hamzah yang terletak ditengah kata pada kata سَأَلَmencapai 40%, kataسَائِلٌ mencapai 45% dan pada kata سَائِلاً25%, penulisan hamzah  diakhir kata di atas huruf alif(أ) pada kata بَدَأْتُmemiliki tingkat kesalahan sebanyak 45 %, kesalahan penulisan huruf hijaiyah pada kataأشْعُرُmencapai 25% dan kataشِفَاءٌ20%, kesalahan penulisan alif layyinah  ditengah kata dan ditulis alif mamdudah  pada kata شِفَاءٌ mencapai 20%.</p>
      <p id="p-7fb167d60bef">2. Faktor kesalahan dalam tulisan (Imlak) Mahasiswa Prodi PAI Semester 3 2018-2019 UMSIDA, diantaranya Factor intern mahasiswa yaitu belum menguasai teknik menulis arab sesuai kaidah yang benar, kesulitan dalam menulis hamzah, belum mengetahui penulisan huruf hijaiyah yang disambung dan tidak disambung, belum terbiasa mendengar kosakata bahasa arab, kurangnya konsentrasi dalam Imlak, Factor intern bahasa : Belum mengetahui penulisan harakat hijaiyah secara baik dan benar, kesulitan dalam membedakan huruf hijaiyah yang pengucapannya hampir sama, kesulitan dalam membedakan huruf yang diucapkan dengan yang ditulis.</p>
      <p id="p-455c8632c773">3. Solusi dari kendala yang dihadapi Mahasiswa Prodi PAI Semester 3 2018-2019 UMSIDA dalam Maharah Kitabah  (Imlak)  yaitu dengan membangun mindset  dan motivasi mudah dan bisa dalam menulis kata atau kalimat bahasa arab sesuai dengan kaidah yang benar, membuat mahasiswa terbiasa dengan imlak dengan memaksimalkan waktu perkuliahan, diberikan konsep terkait kaidah imlak  dengan benar, mengenalkan dan memberikan kosakata  bahasa arab yang lebih banyak, membiasakan untuk konsentrasi dalam imlak, mengoptimalkan club  bahasa arab dilingkungan fakultas tarbiyah dan muamalah.</p>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ack id="ack-d36283939688">
      <title id="ack-title-160b36225cc3">Ucapan Terima Kasih</title>
      <p id="t-e8799598f2f8">  Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang selalu memberikan dukungan sehingga kami dapat menyelesaikan artikel ini. </p>
      <p id="paragraph-98d376df4dec"> </p>
    </ack>
    <ref-list>
      <title>References</title>
      <ref id="R64823615445175">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Wagiran</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Pemerolehan Bahasa dan Pengaruhnya Terhadap Pengajaran Bahasa</source>
          <publisher-name>UNNES Press</publisher-name>
          <publisher-loc>Semarang</publisher-loc>
          <year>2005</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R64823615445162">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Kamal</surname>
              <given-names>Helmi</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Maharah Kitabah Wa Thariqoh Ta’Limiha</article-title>
          <source>Jurnal Ulul Albab</source>
          <year>2010</year>
          <volume>12</volume>
          <issue>02</issue>
          <publisher-name>Juni</publisher-name>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R64823615445158">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hamid</surname>
              <given-names>Abdul</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <source>Mengukur Kemampuan Bahasa Arab Untuk Studi Islam</source>
          <publisher-name>UIN MALIKI Press</publisher-name>
          <publisher-loc>Malang</publisher-loc>
          <year>2010</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R64823615445161">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Ma'rifatul</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Imlak Teori dan Terapan Ilmiah</source>
          <publisher-name>UIN MALIKI Press</publisher-name>
          <publisher-loc>Malang</publisher-loc>
          <year>2009</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R64823615445160">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Alim</surname>
              <given-names>Abdul</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor">
            <name>
              <surname/>
              <given-names/>
            </name>
          </person-group>
          <source>Al-Imlak wa at-Tarqim fi al-Kitabah</source>
          <publisher-name>Maktabah Ghoribah</publisher-name>
          <publisher-loc>Kairo </publisher-loc>
          <year>1975</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R64823615445170">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sugiyono</surname>
              <given-names/>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Memahami Penelitian Kualitatif</source>
          <publisher-name>Alfabeta</publisher-name>
          <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
          <year>2007</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R64823615445167">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>S.</surname>
              <given-names>Nasution</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Metode penelitin Naturalistik Kualitatif</source>
          <publisher-name>Tarsito</publisher-name>
          <publisher-loc>Bandung</publisher-loc>
          <year>1989</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R64823615445165">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Mulyana</surname>
              <given-names>Dedy</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <person-group person-group-type="editor"/>
          <source>Metodologi Penenlitian Kualitatif </source>
          <publisher-loc>Bandung : Rosda Karya</publisher-loc>
          <year>2001</year>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back>
</article>
